13/09/17

Membuat Modul DFT Sederhana


Bahan Gully :
Pipa paralon 3 inchi. Bisa diganti dengan diameter lebih kecil, 2½ atau 2 inchi, tapi saya sarankan sebaiknya menggunakan 3 inchi untuk mengurangi resiko pipa tersumbat oleh akar tanaman.

Supaya mudah dibersihkan, seluruh sambungan gully dengan fitting dan pipa saluran nutrisi sebaiknya tidak dilem. Untuk mencegah rembesan, semua ujung gully yang tersambung dengan fitting dibalut dengan isolasi pipa

Pipa saluran nutrisi:
Dari pompa menuju gully menggunakan pipa sesuai spesifikasi pompa. Biasanya ukuran 1/2 atau 3/4 inchi. Pipa saluran balik sebaiknya menggunakan 2 inchi, agar mudah dibersihkan. 

Bahan Rangka :
Pipa paralon 2 inchi dan ¾ inchi


Fitting Pipa:
  1. Knee / Elbow
  2. Reducer 3 inchi ke 2 inchi
  3. Tee
  4. Dop
Rangkaian Gully :
Horizontal dengan satu input dan satu output

Rangkaian Gully

Letak Pipa Nutrisi
Perlengkapan :

  1. Pompa Air: pilih pompa akuarium dengan spesifikasi minimum Q 800 L/h dan H 1 meter.

  2. Tandon Nutrisi: modul kompak membutuhkan tandon dengan kapasitas minimal  20 liter per 4 meter panjang Gully.
  3. Timer digital: untuk mengatur jadwal nyala dan mati pompa. Pilih timer yang memiliki paling sedikit 8 program.

Alat yang diperlukan:
  1. Bor Listrik
  2. Holesaw


  3. Isolasi Pipa


Gully modul DFT tidak perlu diikat pada rangka, tapi harus terpasang horizontal sempurna (water pass) supaya permukaan nutrisi di semua bagian pipa memiliki ketinggian sama terhadap dasar gully.

Saluran input dan output nutrisi:


09/08/17

BELAJAR KOMERSIAL - Uang Bukan Modal Utama

Diantara teman-teman yang berminat pada Hidroponik Komersial terdapat satu kelompok yang risau akibat modal. Ada yang menjadi galau karena merasa tidak punya cukup uang, ada yang menjadi terlalu bernafsu karena merasa punya modal lebih.

Hidroponik Komersial memang butuh modal uang, tapi saya tetap bilang, uang bukan satu-satunya modal yang dibutuhkan. Artinya, berapapun uang yang tersedia, bisa digunakan, tapi jangan pula lupa, sebanyak apapun uang yang tersedia juga bisa ludes dalam waktu singkat.


Tidak terkecuali Hidroponik, semua bisnis membutuhkan pengetahuan teknis, kemampuan marketing, kemauan kuat serta mental tahan banting. Uang belakangan.

Kalau 15 tahun lalu saya bisa mengawali bisnis rental mobil dengan modal dengkul, bahkan kalkulatorpun pinjam, saya rasa mengawali Hidroponik Komersial dengan beberapa batang talang atau keranjang bekas bukan sesuatu yang mustahil. Manakala ada kemauan, jalan akan mudah ditemukan.

Sebaliknya, bagi yang memiliki modal berlimpah, jangan terbawa nafsu. Syarat pengetahuan teknis, kemampuan marketing, kemauan kuat dan mental tahan banting tetap berlaku. Duit hanya bisa membeli syarat pertama, selebihnya harus dilatih.

Modalnya disimpen dulu. Bikin green-house kecil, ukuran 4 x 9 meter persegi sudah cukup. Coba diurus sendiri selama setahun. Kalau setelah panen ke 8 masih bisa menikmati sensasinya, silahkan mulai belajar Hidroponik Komersial.  Mau mengelola kebun sendiri silahkan, bekerjasama dengan pengelola profesional juga bisa.

Tidak perlu terbuai dengan angan-angan menjadi petani berdasi. Penampilan sering menipu. Berusahalah menjadi petani dengan cash-flow lancar. 

11/07/17

Mikro Orgenisme Lokal (MOL)

MOL

Banyak yang bertanya, apakah MOL (mikro-organisme lokal) bisa digunakan sebagai pengganti ABMix?

Selalu saya jawab TIDAK BISA. Alasan pertama, Hidroponik membutuhkan nutrisi yang larut sempurna dalam air. MOL tidak larut sempurna. Alasan kedua, yang paling utama, MOL BUKAN PUPUK.


Mol merupakan kumpulan bakteri yang dibiakkan, digunakan sebagai starter dalam proses pembuatan pupuk organik.

Ada 3 variabel utama yang dibutuhkan dalam proses pembusukan, yaitu ada bahan baku, tersedia tempat yang memungkinkan berlangsungnya proses pembusukan dan organisme yang menyebabkan terjadinya proses pembusukan.

Secara alami, tanpa ditambahkan MOL sekalipun, semua bahan organik yang diletakkan begitu saja di tempat yang memenuhi syarat terjadinya proses pembusukan akan mengalami proses pembusukan dengan sendirinya.

Secara lambat tapi pasti mikro organisme pengurai akan muncul kemudian berinteraksi dengan bahan organik.

Kecepatan proses perombakan berbanding terbalik dengan volume bahan yang diurai dan berbanding lurus dengan jumlah mikro-organisme yang ada. Semakin besar volume bahan, dibutuhkan mikro-organisme semakin banyak pula.

Supaya proses pembuatan pupuk organik berlangsung lebih cepat dibanding proses pembusukan alami, maka dibutuhkan mikro-organisme dalam jumlah setara dengan volume bahan yang diolah. Masalahnya, bagaimana cara mengumpulkan mikro-organisme sebanyak yang diperlukan?

Cara paling mudah adalah menyediakan media tertentu yang memungkinkan mikro-organisme berbiak lebih cepat dibanding substansi organik yang digunakan sebagai bahan-baku pupuk.

Mikro-organisme membutuhkan Karbohidrat dan Glukosa sebagai sumber energinya, maka untuk membiakkan mikro-organisme dibutuhkan media yang banyak mengandung Karbohidrat dan Glukosa.

Kalau yang dibutuhkan hanya Karbohidrat dan Glukosa, mengapa tidak kita tabur saya larutan gula, molases, air nira atau air bekas cucian beras secara langsung pada bahan pupuk organik, sehingga tidak perlu menggunakan bahan starter?

Hanya ada satu jawaban: ongkos produksi pupuk organik akan menjadi sangat mahal.

Starter hanya membutuhkan sedikit bahan baku, tapi menghasilkan bakteri dalam jumlah besar.

Starter juga dibuat melalui proses perombaan bahan organik, apakah juga bisa digunakan sebagai pupuk? BISA. Dalam proses pembuatan strater juga terjadi proses mineralisasi, sehingga bahan baku starter pada akhirnya juga menjadi senyawa ion, termasuk diantaranya terdapat ion-ion unsur hara.

Tapi menggunakan starter sebagai pengganti pupuk adalah pemborosan luar biasa. Untuk satu atau dua tanaman mungkin beban biaya belum terasa, tapi coba kita hitung berapa ratus liter starter yang dibutuhkan untuk memupuk seluruh tanaman di lahan 500 meter persegi? Bandingkan dengan biaya pupuk organik.

MOL bisa dibuat sendiri dari bahan-bahan yang gampang kita peroleh disekitar, sehingga murah meriah. Karena kondisi tempat produksi, kualitas bahan baku dan alat yang digunakan oleh setiap pembuat MOL berlainan, konsekuensinya, tidak ada standard baku yang bisa diterapkan terhadap kualitas MOL. Itu merupakan kekurangan MOL dibanding starter buatan pabrik yang diproduksi dengan proses terkontrol di tempat steril dan menggunakan bahan serta mikro-organisme yang diseleksi terlebih dahulu.

Kembali ke Hidroponik: Sebagian besar kandungan MOL adalah mikro-organisme. sementara Hidroponik menghendaki media tanam dan larutan nutrisi yang bebas dari mikro-organisme agar tidak terjadi proses pembusukan pada akar maupun batang tanaman. Jadi sebaiknya tidak menggunakan MOL sebagai pengganti ABMix. 

04/04/17

Memanfaatkan Dinding Rumah dan Pagar Halaman

Lingkungan yang hijau oleh tanaman bukan hanya sejuk di mata, namun juga sehat. Sekarang, halaman sempit bukan masalah lagi untuk menciptakan lingkungan yang hijau segar.

Dengan teknik Hidroponik, bahkan pagar halaman dan dinding luar rumah bisa dimanfaatkan sebagai lahan untuk bercocok-tanam

Pada Hidroponik skala rumah-tangga dan hobby, kreatifitas lebih berperan ketimbang finansial, sehingga Hidroponik memberi banyak pilihan untuk brekreasi menciptakan lingkungan hijau sesuai dengan keinginan.

Cukup dengan beberapa botol bekas kita bisa bercocok-tanam sekaligus mempercantik tampilan dinding luar rumah.

Sumber foto: blog sulaimandjaya
Dan dengan beberapa batang pipa paralon, kita juga bisa mengubah pagar halaman menjadi lahan produktif.

Foto pagar rumah Yuni Wahyuni / hidroponik tjak DOEL


28/02/17

Gully

Praktisi Hidroponik yang memakai sistem Deep Flow Technique (DFT) atau Nutrient Film Technique (NFT) biasanya menggunakan modul  pipa panjang yang dibuat khusus untuk Hidroponik. Pipa inilah yang disebut gully.

Pada sisi bagian atas pipa terdapat lubang-lubang dengan diameter tertentu sebagai tempat untuk meletakan netpot. Pipa tersebut sekaligus berfungsi sebagai saluran nutrisi.

Gully NFT
Secara umum sebenarnya gully dirancang untuk sistem NFT, itu sebabnya format gully rata-rata pipih dan pada bagian dasar dibuat rata, agar nutrisi bisa mengalir tipis.

Karena gully khusus relatif mahal, praktisi Hidroponik kemudian memanfaatkan media lain sebagai pengganti gully. Di Indonesia media yang paling banyak digunakan adalah pipa paralon dan talang air PVC.

Gully Paralon Sistem DFT Frame A, 
Pipa paralon mudah dimodifikasi menjadi gully. Tinggal memberi lubang pada salah satu sisinya, selesai. Untuk merangkaipun gampang, karena sudah tersedia berbagai bentuk fitting pipa. Tapi dalam jangka panjang, segala kemudahan itu harus ditebus dengan repot luar biasa pada saat bagian dalam gully harus dibersihkan.

Gully DFT dengan Pot Gelas Bekas Kemasan Air Minum
Menurut pendapat saya, gully pipa paralon juga tidak cocok digunakan pada sistem NFT. Penampang bagian bawah gully yang cekung tidak memungkinkan nutrisi mengalir tipis seperti yang disyaratkan pada sistem NFT.

Bila mempertimbangkan kebutuhan aliran nitrisi tipis dan menghindari repot pada saat membersihkan sisi dalam, maka talang PVC merupakan alternatif paling baik. Kesulitan hanya terjadi sekali, pada saat melakukan modifikasi, tapi dalam jangka panjang pekerjaan rutin membersihkan gully jauh lebih gampang.

Gully NFT
 
Gully DFT
Perbedaan gully NFT dan DFT:

  1. Gully NFT lebih pipih, supaya dasar netpot tidak menggantung terlalu jauh dari permukaan nutrisi yang hanya mengalir tipis. Penampang gully DFT harus lebih tebal, atau bila menggunakan pipa dibutuhkan diameter lebih besar, supaya volume nutrisi yang tergenang cukup memadai, sehingga temperaturnya tidak mudah naik akibat pengaruh sinar matahari.
  2. Lubang output gully NFT terletak dekat dasar gully, supaya tidak terjadi genangan nutrisi lebih dari yang disyaratkan.
  3. Lubang output gully DFT diberi jarak sekurang-kurangnya 1,5 cm dari dasar gully.


26/02/17

Bor dan Holesaw

Salah satu pekerjaan yang pasti dilakukan ketika membuat modul adalah menyiapkan lubang tempat meletakkan netpot. Ukuran lubang bervariasi, tergantung ukuran netpot yang digunakan, dan jenis tanamannya.

Karena Hidroponik identik dengan produk pertanian sehat, maka untuk membuat lubang pada gabus / sterofoam, paralon, mika atau impraboard sebaiknya diusahakan memakai bor, gergaji besi, atau cutter (untuk bahan gabus), bukan menggunakan bantuan pemanas atau api, untuk menghindari timbulnya zat karsinogen akibat proses thermal.

Alat untuk membuat lubang paling prktis adalah bor listrik dengan mata bor holesaw.

Tidak ada ketentuan khusus terhadap bor yang digunakan, tapi pastikan tidak keliru memakai CORDLESS SCREWDRIVER.

Foto 1 : Bor Listrik
Untuk membuat lubang dengan diameter lebih dari 13 mm diperlukan mata-bor khusus, disebut holesaw. Ada berbagai jenis holesaw, supaya tidak salah memilih, silahkan membeli di Hidroponik Shop.

Foto 2 : Holesaw Besar
Holesaw juga bisa dibeli di toko alat bangunan. Pilih holesaw set seperti foto 2 atau 3. Tapi seandainya memang berniat serius menjadi praktisi Hidroponik, sebaiknya memilih holesaw HSS (High Speed Steel - foto 4), lebih awet dan putarannya lebih stabil dibanding holesaw yang terbuat dari plat besi pipih. Masalahnya, HSS relatif mahal, karena dijual per biji.


Foto 3 : Holesaw Kecil
Foto 4 : High Speed Steel
Ukuran holesaw yang dibutuhkan:

1. Ukuran 4,4 untuk lubang netpot diameter 5 cm
2. Ukuran 5,4 untuk lubang gelas bekas kemasan air minum
3. Ukuran 6,4 untuk lubang pot diameter 7 cm
4. Ukuran 12 untuk lubang pot angrek diameter 15 cm

25/02/17

Hanya 7 Ribu per Kilo

Butuh waktu setahun lebih bagi Kebon Emak untuk bisa menjual sayuran dengan harga 3 ribu per pcs. Itupun harga untuk konsumen. Sementara kalau mau jual ke pasar, sampai saat naskah ini saya buat, harganya tetap hanya 7 ribu per kilo. Sama seperti harga sayur yang ditanam menggunakan kulultur tanah.

Saya tidak bisa protes. Begitulah pasar. Pilihan saya hanya mau menjual dengan harga 7 ribu per kilo, atau tidak.

Akhirnya terpaksa diakali. Sayur yang bagus dijual ke konsumen langsung atau ke pedagang yang sudah tahu kualitas Hidroponik, dengan harga sesuai target, sementara sisanya dijual ke pasar. Mending dapat 7 ribu ketimbang dibuang.

Meskipun semua analisa bisnis Hidroponik yang saya baca mematok harga 40 sampai 50 ribu per kilo, saya tidak merasa ditipu. Realitanya memang ada yang bisa menjual dengan harga setinggi itu.  
 
Saya tidak boleh iri pada teman-teman yang beruntung. Nasib setiap orang berbeda, tapi sukses tidak bergantung pada nasib.

Saya memilih menjual sisa hasil panen dengan harga rendah karena menurut saya, bisa menjual habis seluruh hasil panen sangat membantu mengurangi beban stress yang bisa muncul ketika melihat banyak sayuran terpaksa dibuang.

Tentu saja tidak bisa selamanya seperti itu, tapi cukup baik sebagai langkah awal. Ketimbang hanya merenungi nasib belaka.

Lalu ada yang bertanya, “Kapan bisa kaya?”

Pengin jadi kaya adalah motivasi yang baik, tapi kebelet kaya itu konyol. Yang jelas, selama tidak mau belajar memahami tabiat pasar, apapun alasannya, tidak akan pernah membuat usaha kita berkembang.

Harga 7 ribu per kilo tidak masuk dalam hitungan Harga Pokok Produksi di Kebon Emak. Tapi kalau saya tidak mau, dan memilih membuang sayuran yang tersisa hanya demi “menjaga harga”, saya akan menanggung kerugian lebih banyak. Bukan sekedar uang, tapi juga waktu. Dan lebih buruk lagi kalau sampai putus asa.