01/08/16

Membuat Modul dari Box Kemasan Buah

Teknik sumbu menggunakan botol bekas kemasan air minum ternyata ribet. Kalau hanya ada dua atau tiga botol, pekerjaan rutin cek dan nambah nutrisi serta mengaduk larutan setiap hari bisa jadi asyik. Tapi kalau jumlah botol sudah belasan atau malah puluhan, urusannya menjadi berbeda.

Ada banyak cara untuk membuat rutinitas yang boros waktu dan tenaga itu menjadi lebih praktis. Salah satu yang paling gampang dikejakan dan tetap hemat biaya adalah menggunakan kotak gabus bekas kemasan buah sebagai pengganti botol.


 Box gabus berfungsi sebagai penyangga pot dan wadah nutrisi. menggantikan potongan botol bagian bawah. Sedangkan pot, media tanam dan sumbu tetap sama.

Satu box bisa menampung 6 sampai 20 titik tanam sekaligus, tergantung ukuran box, dan umur serta jenis tanamannya.

Alat dan bahan yang diperlukan:
  1. Box gabus
  2. Lembaran plastik sebagai bahan pelapis bagian dalam box. Bisa menggunakan plastik bening maupun plastik hitam. Warna hitam mengurangi intensitas sinar matahari yang menembus dinding box, sehingga larutan nutrisi tidak gampang berlumut, tapi plastik hitam cenderung lebih cepat rusak dibanding plastik bening. Karena tidak yakin plastik hitam benar-benar inert - tidak bereaksi secara kimia dengan larutan nutrisi, saya lebih suka menggunakan plastik bening, sementara istri saya lebih memilih plastik hitam. Dan ternyata, sejauh pengamatan kami, secata visual tidak terlihat perbedaan pada pertumbuhan tanaman.
  3. Pita perekat.
  4. Alat potong plastik dan holesaw untuk membuat lubang tempat dudukan pot. Ukuran holesaw disesuaikan dengan ukuran pot yang dipakai.   

Urutan membuat modul tanam gabus:

  1. Pisahkan tutup atas gabus dengan bagian bawah.
  2. Pasang plastik serapi mungkin pada seluruh sisi dalam kotak bagian bawah. Rekatkan pada gabus menggunakan pita perekat.

  3. Buat lubang pada tutup gabus menggunakan holesaw. Saya mengambil jarak antar pusat lubang sejauh 10 cm, supaya modul bisa secara maksimal digunakan untuk tanaman berdaun lebar maupun tanaman yang tumbuh keatas.
  4. Setelah modul siap, isikan larutan nutrisi ke kotak bawah yang sudah diberi lapisan plastik sampai setengah kapasitas volumenya. Kemudian, letakkan tutup yang sudah ada lubangnya, numpang di kotak bawah secara terbalik, bagian dalam tutup menghadap ke atas. Tujuannya, untuk mengurangi jarak antara dasar pot dengan permukaan larutan nutrisi.

  5. Letakkan netpot atau gelas plastik yang sudah diberi media tanam dan sumbu pada masing-masing lubang.

Bila yang ditanam adalah tanaman yang tumbuh keatas, seperti bawang merah atau kangkung, seluruh lubang bisa digunakan sampai panen. Tapi untuk tanaman berdaun lebar seperti sawi atau selada, yang membutuhkan ruang tumbuh lebih luas, titik tanam dibuat berselang satu lubang.

Supaya sinar matahari tidak menerobos masuk melalui lubang yang tidak terpakai, lubang ditutup dengan net pot atau gelas plastik berisi potongan lubang gabus.


Perawatan modul gabus sama seperti perawatan pot botol, setiap hari nutrisi harus diperiksa volume, TDS dan pHnya serta diobok-obok supaya kadar oksigen terlarut tetap terjaga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar