Tampilkan postingan dengan label Perlengkapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perlengkapan. Tampilkan semua postingan

16/04/18

Pompa Untuk Modul Kecil dan Menengah


Bila pompa menyala terus menerus dalam jangka panjang, sebaiknya menggunakan pompa air tanpa Carbon Brush.

Pada motor listrik, Carbon Brush (CB) berfungsi sebagai penerus tegangan dari komponen statis ke komponen yang bergerak. CB digunakan karena mampu menghantar listrik tanpa menyebabkan kerusakan pada penghantar itu sendiri. Namun, karena terbuat dari carbon, bila bekerja terus menerus dapat menjadi aus, sehingga harus sering diganti.

Kebanyakan pompa sumur menggunakan CB, kecuali merek tertentu yang memiliki variant brushless.

Saya tidak bisa menunjuk merek, tapi untuk modul Hidroponik kecil sampai kapasitas 300 an titik tanam dengan ketinggian maksimum 1,5 meter, saya sarankan lebih baik menggunakan pompa akuarium, karena sebagian besar pompa akuarium brushless.



Saya tidak berani menyarankan pompa DC, karena berdasar pengalaman, saat pompa  tetap bekerja ketika tandon kering (akibat ada kebocoran yang terlambat diketahui), pompa DC lebih cepat terbakar.

Supaya tidak salah memilih kapasitas pompa, kita harus tahu debit aliran nutrisi yang dibutuhkan oleh modul dan jarak H1 antara permukaan air terendah di tandon (bisa dianggap sama dengan posisi outlet pompa) dengan posisi inlet tertinggi yang harus diumpan oleh pompa.




Saya menggunakan standard debit NFT dataran rendah, yaitu 2 liter per menit untuk setiap inlet. Bila modul menggunakan instalasi paralel, setiap gully memiliki inlet dan outlet sendiri, maka total debit yang dibutuhkan sama dengan jumlah inlet kali 2 liter per menit.

Misal jumlah inlet yang harus diumpan sebanyak 10 titik, maka debit yang dibutuhkan = 10x 2L/m = 20 L/m atau sama dengan 1.200 liter per jam.

Untuk menghindari kesalahan dalam menghitung kapasitas pompa, saya sarankan memilih pompa akuarium yang pada kemasannya selain mencantumkan data Hmax dan QMax juga menyertakan grafik penurunan debit terhadap perubahan ketinggian ujung pipa yang tersambung vertikal pada outlet pompa.



Nilai HMax yang tertulis di kemasan adalah batas ketinggian maksimum ujung keluaran pipa yang tersambung vetikal pada pompa, diukur dari posisi outlet pompa.

Pada prakteknya, ketinggian maksimum riil hanya berkisar 80% dari HMax. 

Nilai QMax adalah debit maksimum pada ketinggian lubang outlet pompa, atau pada H1= 0 (nol) meter, BUKAN DEBIT PADA HMAX. Rasio penurunan debit terhadap kenaikan posisi ujung pipa yang tersambung vertikal tidak terjadi secara linier, oleh sebab itu gunakan grafik yang tersedia untuk mendapatkan nilai debit pompa pada ketinggian tertentu.

Debit pompa dinyatakan dalam satuan liter per jam, bila dikonversikan menjadi satuan liter per menit harus dibagi 60. Misalnya, QMax 1.200 L/jam, dalam satuan liter per menit menjadi 1.200/60, atau sama dengan 20 liter per menit.

Supaya pompa awet dan bekerja sesuai kapasitasnya, saya sarankan tidak menggunakan diameter pipa selain yang direkomendasikan oleh pabrik.


28/02/17

Gully

Praktisi Hidroponik yang memakai sistem Deep Flow Technique (DFT) atau Nutrient Film Technique (NFT) biasanya menggunakan modul  pipa panjang yang dibuat khusus untuk Hidroponik. Pipa inilah yang disebut gully.

Pada sisi bagian atas pipa terdapat lubang-lubang dengan diameter tertentu sebagai tempat untuk meletakan netpot. Pipa tersebut sekaligus berfungsi sebagai saluran nutrisi.

Gully NFT
Secara umum sebenarnya gully dirancang untuk sistem NFT, itu sebabnya format gully rata-rata pipih dan pada bagian dasar dibuat rata, agar nutrisi bisa mengalir tipis.

Karena gully khusus relatif mahal, praktisi Hidroponik kemudian memanfaatkan media lain sebagai pengganti gully. Di Indonesia media yang paling banyak digunakan adalah pipa paralon dan talang air PVC.

Gully Paralon Sistem DFT Frame A, 
Pipa paralon mudah dimodifikasi menjadi gully. Tinggal memberi lubang pada salah satu sisinya, selesai. Untuk merangkaipun gampang, karena sudah tersedia berbagai bentuk fitting pipa. Tapi dalam jangka panjang, segala kemudahan itu harus ditebus dengan repot luar biasa pada saat bagian dalam gully harus dibersihkan.

Gully DFT dengan Pot Gelas Bekas Kemasan Air Minum
Menurut pendapat saya, gully pipa paralon juga tidak cocok digunakan pada sistem NFT. Penampang bagian bawah gully yang cekung tidak memungkinkan nutrisi mengalir tipis seperti yang disyaratkan pada sistem NFT.

Bila mempertimbangkan kebutuhan aliran nitrisi tipis dan menghindari repot pada saat membersihkan sisi dalam, maka talang PVC merupakan alternatif paling baik. Kesulitan hanya terjadi sekali, pada saat melakukan modifikasi, tapi dalam jangka panjang pekerjaan rutin membersihkan gully jauh lebih gampang.

Gully NFT
 
Gully DFT
Perbedaan gully NFT dan DFT:

  1. Gully NFT lebih pipih, supaya dasar netpot tidak menggantung terlalu jauh dari permukaan nutrisi yang hanya mengalir tipis. Penampang gully DFT harus lebih tebal, atau bila menggunakan pipa dibutuhkan diameter lebih besar, supaya volume nutrisi yang tergenang cukup memadai, sehingga temperaturnya tidak mudah naik akibat pengaruh sinar matahari.
  2. Lubang output gully NFT terletak dekat dasar gully, supaya tidak terjadi genangan nutrisi lebih dari yang disyaratkan.
  3. Lubang output gully DFT diberi jarak sekurang-kurangnya 1,5 cm dari dasar gully.


03/02/17

Instalasi Hidroponik

Merawat satu unit modul tidak sulit. Pekerjaan rutin mengaduk, cek volume, cek TDS dan mengukur pH nutrisi bisa selesai dalam hitungan menit. Tapi bagaimana bila ingin menanam dalam jumlah banyak? Merawat belasan atau puluhan modul tentu bukan urusan sepele lagi. 

Tugas yang menyita waktu itu bisa disederhanakan dengan merangkai beberapa modul tunggal menjadi sebuah instalasi, atau menggunakan pipa panjang ( gully ) yang dapat menampung beberapa tanaman sekaligus sebagai modul kolektif, kemudian, dengan bantuan pompa air, nutrisi dibuat mengalir.

Agar nutrisi dapat selalu mengalir lancar, instalasi dirangkai dalam sebuah system tertutup ( close circuit ) yang terdiri dari sebuah gully atau rangkaian beberapa modul tunggal, pipa saluran nutrisi, tandon nutrisi dan pompa air.

Instalasi Close Circuit - Rangkaian Beberapa Modul Tunggal

Instalasi Close Circuitl - Gully
Beberapa instalasi tunggal juga bisa dirangkai menjadi sebuah instalasi majemuk, sehingga beberapa gully bisa dipasok nutrisi secara serentak hanya dari satu tandon menggunakan satu unit pompa air.

Skema Instalasi Majemuk

Contoh Instalasi Tunggal dari rangkaian beberapa Modul Tunggal



 Contoh Instalasi Majemuk:

Instalasi IRIGASI TETES

Instalasi Horizontal / Meja

Instalasi Vertikal 

Instalasi Vertikal / A Frame

28/08/16

Modul Hidroponik

Modul Hidroponik paling sederhana adalah pot yang dibuat menggunakan botol bekas kemasan air minum. 


Setingkat di atasnya adalah aplikasi sistem rakit apung menggunakan Kit Hidroponik, box gabus bekas kemasan buah import atau keranjang plastik. Ada juga modul Dutch Bucket yang menggunakan ember bekas cat atau es rkim ukuran 8 liter.
 
Box Gabus Bekas Kemasan Buah


Keranjang Plastik

Dutch Bucket

Apapun bahan yang digunakan sebagai modul, semua memiliki fungsi sama, sebagai tempat untuk meletakkan pot Hidroponik dan wadah nutrisi.

Modul jenis apa yang sebaiknya digunakan, tergantung pada sistem Hidroponik yang akan diaplikasikan. Pot sederhana dari botol bekas, Kit Hidroponik dan Box gabus cocok untuk Hidroponik Statis. Nutrisi hanya tergenang saja, tidak disirkulasi. Sementara modul gully digunakan untuk Hidroponik Deep Flow Technique atau Nutrient Film Technique.






30/06/16

Pot Hidroponik

Hidroponik sebenarnya tidak berbeda jauh dari bercocok tanam menggunakan media tanah dalam pot, hanya berbeda pada jenis media yang digunakan serta cara memberi nutrisi pada tanaman. Media tanam Hidroponik juga memerlukan pot sebagai wadahnya.

Secara umum ada dua jenis pot Hidroponik, yaitu net pot dan pot cawan dengan lubang-lubang kecil di bagian dasar dan sekeliling lingkaran bawah. Net pot digunakan untuk media tanam Rockwool, Hydrogel, Spons atau Hydroton. sementara pot cawan digunakan untuk media tanam arang sekam, kerikil dan perlite.

Net Pot



Pot Cawan pada Dutch Bucket
Untuk Hidroponik skala rumah-tangga, kedua jenis pot itu bisa diganti dengan gelas plastik bekas kemasan air minum. Pada bagian dasar dan sisi gelasi diberi lubang supaya nantinya akar bisa keluar menjangkau nutrisi secara langsung. 

Pot dari bahan Gelas Plastik Bekas

Akar Keluar dari Lubang di Dasar Gelas
Tapi bila media yang digunakan semata-mata hanya Rockwool, sebaiknya menggunakan netpot, karena gelas plastik terlalu tinggi, sehingga Rockwool akan terbenam terlalu dalam, menyebabkan  bibit terhalang dari sinar matahari.


23/11/15

Peralatan Hidroponik

Dipindahkan dari HIDROPONIK TJAK DOEL

GELAS UKUR:
Pada dasarnya, apapun yang bisa digunakan untuk menakar volume cairan secara akurat bisa dimanfaatkan. Karena digunakan di luar ruang dan rawan jatuh, maka tidak harus terbuat dari kaca. Cawan ukur, bahkan bekas tempat minum balita yang terbuat dari plastik juga bisa dimanfaatkan.


TDS METER :
TDS atau Total Dissolve Solid (total zat padat terlarut) adalah jumlah kandungan benda padat yang terlarut dalam air. 

Dalam kaitannya dengan Hidroponik, TDSmeter digunakan untuk mengukur konsentrasi nutrisi, dinyatakan dalam satuan Part per Million (ppm).

Karena setiap jenis tanaman memerlukan nutrisi dalam konsentrasi  berlainan, sebaiknya praktisi Hidroponik memiliki TDS meter agar saat melarutkan pekatan nutrisi mudah mendapatkan konsentrasi sesuai kebutuhan. 


PH METER :
pH adalah derajat keasaman suatu larutan, didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) terlarut.

Kadar pH dalam larutan nutrisi berpengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman, karena pada pH tinggi ketersediaan beberapa unsur menjadi berkurang atau bahkan tidak tersedia sama sekali akibat mengalami kristalisasi.

Secara umum semua unsur hara tersedia lengkap dan dapat diserap dengan sempurna oleh tumbuhan pada kisaran pH 4,0 sampai dengan 6,0

pH meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur pH suatu larutan.