Tampilkan postingan dengan label Panduan Praktis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panduan Praktis. Tampilkan semua postingan

13/09/17

Membuat Modul DFT Sederhana


Bahan Gully :
Pipa paralon 3 inchi. Bisa diganti dengan diameter lebih kecil, 2½ atau 2 inchi, tapi saya sarankan sebaiknya menggunakan 3 inchi untuk mengurangi resiko pipa tersumbat oleh akar tanaman.

Supaya mudah dibersihkan, seluruh sambungan gully dengan fitting dan pipa saluran nutrisi sebaiknya tidak dilem. Untuk mencegah rembesan, semua ujung gully yang tersambung dengan fitting dibalut dengan isolasi pipa

Pipa saluran nutrisi:
Dari pompa menuju gully menggunakan pipa sesuai spesifikasi pompa. Biasanya ukuran 1/2 atau 3/4 inchi. Pipa saluran balik sebaiknya menggunakan 2 inchi, agar mudah dibersihkan. 

Bahan Rangka :
Pipa paralon 2 inchi dan ¾ inchi


Fitting Pipa:
  1. Knee / Elbow
  2. Reducer 3 inchi ke 2 inchi
  3. Tee
  4. Dop
Rangkaian Gully :
Horizontal dengan satu input dan satu output

Rangkaian Gully

Letak Pipa Nutrisi
Perlengkapan :

  1. Pompa Air: pilih pompa akuarium dengan spesifikasi minimum Q 800 L/h dan H 1 meter.

  2. Tandon Nutrisi: modul kompak membutuhkan tandon dengan kapasitas minimal  20 liter per 4 meter panjang Gully.
  3. Timer digital: untuk mengatur jadwal nyala dan mati pompa. Pilih timer yang memiliki paling sedikit 8 program.

Alat yang diperlukan:
  1. Bor Listrik
  2. Holesaw


  3. Isolasi Pipa


Gully modul DFT tidak perlu diikat pada rangka, tapi harus terpasang horizontal sempurna (water pass) supaya permukaan nutrisi di semua bagian pipa memiliki ketinggian sama terhadap dasar gully.

Saluran input dan output nutrisi:


12/12/16

Kangkung Hidroponik Tanpa Media Tanam

Menurut kebanyakan pemula, dibanding sayuran Hidroponik lain, kangkung paling gampang ditanam.

Saya tulis “menurut kebanyakan pemula”, karena dua tahun setelah menjadi praktisi Hidroponik, saya justru gagal saat pertama kali menyemai kangkung.

Ada beberapa cara untuk menanam kangkung Hidroponik tanpa media tanam, diantaranya menggunakan box gabus bekas kemasan buah atau keranjang berlubang-lubang kecil yang diletakkan di atas nampan.



Saya lebih suka menggunakan keranjang, karena menurut saya lebih praktis.  Saya gunakan wadah dengan penampang persegi semata-mata karena hanya itu propeti dapur yang bisa saya pinjam. Jadi, bentuk tidak mengikat. Bisa juga menggunakan keranjang dengan penampang berbentuk lingkaran. Yang penting ada wadah untuk nutrisi dan wadah tempat kangkung tumbuh.



Perlengkapan yang diperlukan: Keranjang berlubang dan nampan tinggi.


Berikut ini urutan kerjanya:

  1. Siapkan benih kangkungnya. Dari pengalaman beberapa kali menanam saya mendapatkan jumlah populasi benih yang paling pas untuk keranjang ukuran 30 x 40 cm adalah sekitar satu sendok makan. Untuk wadah ukuran lain silahkan dikira-kira sendiri. Caranya, tebar benih sedikit demi sedikit, supaya tidak ada yang tumpang tindih, sampai kira-kira menutup 1/3 dasar keranjang. Pada saat menakar populasi benih, pastikan keranjang masih dalam kondisi kering, supaya kelebihan benih yang terlanjur dituang bisa diambil dan disimpan kembali   
  1. Masukkan benih terpilih ke dalam cawan berisi air hangat. Rendam selama beberapa jam, supaya lebih cepat bertunas. Benih yang terapung langsung disingkirkan. Bila jumlah yang terapung cukup signifikan, sebaiknya benih yang dibuang diganti dengan yang baru, supaya populasinya tidak berkurang.
  1. Berhubung saya harus menyesuaikan jam semai dengan jadwal aktifitas harian, saya mulai merendam jam 22.00, lalu benih disemai setelah subuh. Semai pagi juga memudahkan kita dalam menghitung umur tanaman menggunakan “hari setelah semai” atau hss.  

  2. Letakkan keranjang di  nampan, lalu tuang air tawar sampai permukaan air menyentuh dasar keranjang. Tebar seluruh benih secara merata di dasar keranjang. Seandainya ada banyak benih yang nyeplos, jatuh ke nampan, berarti lubang keranjang terlalu besar. Tidak perlu ganti keranjang. Ambil seluruh benih di keranjang, lalu bentangkan lembaran tisu di dasar keranjang. Setelah itu benih ditebar kembali di atas tisu.

  1. Beberapa senior menyarankan supaya benih yang sudah ditebar dihindarkan dari cahaya terang sampai 24 jam sejak disemai. Bisa dengan cara menyimpan nampan di tempat gelap, atau membungkus dengan plastik hitam. Ketimbang kualat, sebaiknya diikuti saja. Seandainya punya niat tidak mau nurut, cobalah setelah dua atau tiga kali menanam, sambil diamati bedanya.
  1. Pagi berikutnya, atau 1 hari setelah semai (1 hss), sebagian besar benih sudah berkecambah. Yang telat dibiarkan saja, nanti akan segera menyusul. Nampan dipindah, diletakkan di tempat terang tapi teduh - artinya tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Kalau sebelumnya nampan dibungkus, jangan lupa bungkus dibuka.

  1. Bila daun mulai terlihat, pertanda proses fotosintesis sudah mulai berlangsung, berarti tanaman sudah membutuhkan sinar matahari. Nampan harus dipindah lagi ke tempat yang terpapar sinar matahari secara langsung. Karena sinar matahari membuat air dalam nampan menjadi hangat, maka supaya suhu air tidak terlalu tinggi, sehingga mengganggu pertumbuhan bibit, setelah jam 12 siang nampan dipindah lagi ke tempat teduh. Tidak perlu kuatir ribet, acara pindah-pindah ini hanya berlangsung sekitar 2- 3 hari, sampai daun tumbuh lebih banyak dan mampu menghalangi sinar matahari mengenai larutan nutrisi.


  2. Ketika sebagian populasi mulai tumbuh daun, air di nampan diganti nutrisi abmix daun dengan konsentrasi 500 ppm. Kalau belum punya TDS meter bisa menggunakan perbandingan 5 cc pekatan A dan 5 cc pekatan B dilarutkan dalam 2 liter air. (petunjuk melarutkan nutrisi bisa dibaca di sini).
  1. Setelah daun mulai terlihat, kita  harus lebih sering cek volume dan konsentrasi nutrisi. Paling tidak sekali sehari, untuk memastikan volume nutrisi tidak banyak berkurang dan konsentrasi larutan sesuai dengan takaran yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu, larutan nutrisi harus sering diobok-obok, untuk memperbaiki kadar oksigen terlarut.
  1. Konsentrasi nutrisi ditambah secara berkala dengan jadwal sebagai berikut :
    1. sejak terlihat daun sampai dengan 7 hss konsentrasi nutrisi 500 ppm
    2. 7 hss sampai dengan 14 hss konsentrasi ditambah menjadi 750 ppm
    3. lebih dari 14 hss konsentrasi naik menjadi 1.000 sampai 1.250 ppm
Gampang bukan? Lalu mengapa dulu saya pernah gagal? Karena saya mengerjakan sambil lalu.

Segampang-gampangnya bercocok-tanam, kita harus merawat tanaman dengan sepenuh hati.

Selamat menanam.

02/12/16

Menanam Selada Hidroponik

Setelah semua perlengkapan yang dibutuhkan siap, sekarang saatnya menanam. Sebagai permulaan saya pilih selada dengan pertimbangan mudah tumbuh dan relatif aman dari gangguan hama. Media tanam menggunakan Rockwool.

Alat dan bahan yang diperlukan:

  1. Seluruh perlengkapan yang sudah dibahas sebelumnya..
  2. Benih selada. Jumlah benih yang akan disemai disesuaikan dengan jumlah titik tanam pada instalasi/modul Hidroponik yang sudah tersedia. Tambahkan beberapa sebagai cadangan, untuk mengantisipasi, barangkali ada benih yang gagal berkecambah.

    Benih Selada dan Tusuk Gigi
  3. Rockwool yang sudah dipotong menjadi kubus kecil berukuran 2,5 x 2,5 x 2,5 cm3.,, sebanyak jumlah benih yang akan disemai. (cara memotong Rockwool silahkan baca di sini)
  4. Satu batang tusuk gigi untuk membuat lubang tanam di Rockwool.
  5. Nampan kecil.
Kualitas anak semai menentukan hasil panen, oleh sebab itu perlu dilakukan seleksi terhadap bibit yang akan ditanam. Salah satu caranya dengan menyemai benih sedikit lebih banyak dari jumlah titik tanam yang tersedia, dan di tempat khusus untuk semai, terpisah dari instalasi utama.

Untuk praktek ini saya menyiapkan instalasi pralon dengan kapasitas 140 titik tanam. Sebagai antisipasi benih gagal berkecambah, saya menyiapkan 150 benih untuk disemai. Karena satu potong Rockwool hanya akan digunakan untuk satu benih, maka saya juga harus menyiapkan 150 potong kubus Rockwool.  

Sebagai tempat semai saya menggunakan beberapa nampan sterofoam kecil dengan kapasitas masing-masing 21 potong Rockwool. Tidak ada alasan khusus selain karena yang tersedia memang hanya itu. Anda bisa mengganti nampan sterofoam dengan bahan lain.

Prosedur selanjutnya:


  1. Rendam benih selada dalam air hangat suam kuku selama kurang lebih 1 jam. Buang benih yang terapung, ganti dengan yang baru.
  2. Atur potongan Rockwool berjajar di dalam nampan. 

  3. Semprot atau guyur seluruh Rockwool di nampan menggunakan air tawar secara merata, sampai basah. Seandainya setelah Rockwool basah di dasar nampan terjadi genangan, buang seluruh airnya.
  4. Buat satu lubang tanam sedalam ukuran benih memanjang pada setiap Rockwool menggunakan tusuk gigi.  

  5. Masih tetap menggunakan tusuk gigi, ambil satu benih dari rendaman, masukkan ke dalam lubang. Satu Rockwool, satu lubang, diisi satu benih.

  6. Setelah semua benih masuk lubang, letakkan nampan di tempat yang terlindung dari sinar apapun (sinar matahari maupun sinar lampu) selama kurang lebih 24 jam.
  7. Setelah 24 jam benih akan berkecambah. Yang terlambat berkecambah biarkan saja, tidak lama lagi akan segera berkecambah. Pindah nampan ke tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.

  8. Sinar matahari menyebabkan air di Rockwool menguap, oleh sebab itu Rockwool harus dijaga tetap lembab. Supaya benih yang mulai tumbuh tidak rusak, gunakan sprayer dengan semburan lembut untuk membasahi Rockwool.
  9. Untuk seluruh benih yang disemai secara bersamaan, termasuk yang terlambat berkecambah, 24 jam setelah benih disemai dianggap berumur sehari. Selanjutnya umur tanaman dihitung menggunakan satuan “hari setelah semai” atau hss. Beberapa praktisi mulai memberi nutrisi pada umur 1 hss dengan konsentrasi awal 200 ppm. Karena tidak terlihat perbedaan yang signifikan, dan mencegah Rockwool cepat berlumut, saya baru mulai memberi nutrisi setelah tanaman berumur 7 hss, dengan konsentrasi 400 ppm. Cara membuat larutan nutrisi siap pakai bisa dibaca di sini.
  10. Biarkan semaian tetap berada di nampan sampai umur 14 hss. Jangan lupa setiap hari rockwool harus disemprot sampai basah. Setelah semaian berumur 7 hss, ganti air tawar yang disemprotkan dengan nutrisi 400 ppm. Gunakan semprotan dengan semburan kasar untuk menyiram atau alirkan nutrisi disekeliling Rockwool.
Setelah berumur 14 hss, saatnya tanaman muda dipindah ke modul utama. Berikut ini prosedurnya:

  1. Siapkan instalasi atau modul yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman. Isi dengan nutrisi 800 ppm.
  2. Siapkan netpot dan potongan kain flanel dengan ukuran 2x10 cm sebanyak titik tanam yang tersedia. Rendam seluruh potongan kain sampai benar-benar basah supaya lebih mudah dialiri nutrisi. Kain ini akan digunakan sebagai sumbu, untuk membantu nutrisi mengalir dari bawah menuju akar. Saya lebih suka menggunakan sumbu karena tidak semua akar tanaman muda tumbuh cukup panjang untuk menjangkau nutrisi.

  3. Sebelum mengangkat Rockwool beserta tanaman muda dari nampan, perhatikan baik-baik setiap sisi Rockwool. Pisahkan akar tanaman yang saling bertautan dengan hati-hati supaya tidak rusak.
  4. Pilih tanaman muda yang tumbuh bagus, angkat bersama Rockwoolnya, lalu tempelkan satu ujung kain flanel pada salah satu sisi Rockwool.

  5. Masukkan ujung sumbu yang lain ke dalam netpot sampai keluar menjuntai dari lubang di bawah.   

  6. Masukkan seluruh Rockwool beserta tanaman ke dalam netpot seperti nampak pada foto berikut. 

  7. Terakhir, letakkan netpot berisi tanaman ke lubang di instalasi Hidroponik.


Perawatan tanaman:

Tidak banyak yang harus dikerjakan selain menjaga konsentrasi dan volume nutrisi. Sampai saat panen umur 35 - 40 hss, selada cukup diberi nutrisi 800 ppm.  

13/11/16

Setting Timer

Timer digunakan sebagai alat bantu untuk mengatur jadwal nyala dan mati pompa pada Hidroponik DFT.

Ada dua macam timer, analog dan digital. Saya belum pernah menggunakan timer analog, jadi yang akan saya bahas di sini hanya timer digital saja.

Timer Digital
Pada saat membeli timer, perhatikan jumlah program yang bisa diatur. Pilih timer yang memiliki paling tidak 8 program per hari. Artinya, dalam rentang waktu antara jam 00.00 sampai dengan 24.00, timer tersebut bisa diatur untuk 8 jadwal menyala dan mati.

Pada saat diambil dari kemasan, timer dalam kondisi mati. Batere di dalam timer harus diisi ulang terlebih dahulu. Caranya, pasang timer pada colokan stop kontak PLN, biarkan terpasang antara 8 sampai 12 jam.

Setelah batere terisi, display timer ada yang langsung menyala, tapi ada yang tetap mati. Seandainya tetap mati, tekan tombol merah di bawah tulisan MASTER CLEAR.

Tombol dan Display Timer KITANI
Selanjutnya, hari, jam dan menit timer harus diatur terlebih dahulu. Berikut ini cara mengaturnya:

  1. Tekan tombol CLOCK. Jangan dilepas. Lalu tekan tombol WEEK berulang sampai display hari sesuai.
  2. Masih sambil menekan tombol CLOCK, tekan tombol HOUR berulang untuk mengatur jam.
  3. Lakukan cara yang sama untuk mengatur menit. 
Sebulan sekali periksa tampilan jam dan menitnya. Kadang ada yang harus disesuaikan ulang, terutama bila timer sudah bekerja lebih dari 1 tahun.

Sebelum mulai mengatur, perhatikan terlebih dahulu tampilan layarnya. Saya menggunakan Kitani, karena kebanyakan toko perlengkapan Hidroponik menjual timer merek ini.
 
Layar Timer KITANI
Di atas angka penunjukan jam dan menit terdapat deretan huruf MO, TU, WE, TH, FR, SA, SU. Huruf itu mewakili hari mulai dari Senin sampai dengan Minggu.

Di sisi kiri, dari atas ke bawah terdapat tulisan AM, PM, ON, OFF, dan yang paling bawah satu digit angka. AM menunjukkan waktu antara jam 00.00 sampai 11.59, PM menunjukkan waktu antara jam 12 siang sampai dengan 23.59.

ON/OFF adalah indikator waktu ketika timer menyalurkan/memutus aliran listrik ke perangkat elektronik.

Digit angka adalah nomer dari program yang sedang diatur jadwalnya. Angka 1 menunjukkan jadwal nyala dan mati program nomer 1, dan seterusnya, sampai angka 8.

Di baris paling bawah terdapat tulisan MANUAL ON, AUTO dan MANUAL OFF. Tiga fungsi ini diatur dari tombol ON/AUTO/OFF, untuk memilih fungsi pengaturan otomatis atau manual. Pilih fungsi AUTO supaya pengaturan jadwal nyala dan mati melalui program bisa bekerja.

Berikut ini prosedur pengaturan jadwal menggunakan program:

  1. Sebelum menekan tombol TIMER, pastikan di baris bawah muncul tulisan AUTO.
  2. Tekan tombol TIMER untuk masuk ke fungsi pengaturan program. Layar akan menampilkan angka 1 di pojok kiri bawah dan huruf ON di atasnya. Artinya kita masuk ke pengaturan ON (menyala) program nomer 1. (Pada foto ilustrasi muncul angka 3, karena foto diambil pada saat setting program nomer 3)

  3. Tekan tombol WEEK beberapa kali sampai seluruh huruf MO, TU, WE, TH, FR, SA, SU muncul di baris atas. Huruf yang muncul menunjukkan hari yang dipilih untuk jadwal ON pada program nomer 1. Karena program timer dijadwalkan aktif setiap hari, maka semua hari harus muncul.

  4. Tekan tombol HOUR untuk mengatur jadwal jam pompa mulai menyala pada program nomer 1.
  5. Tekan tombol MINUTE untuk mengatur menitnya.
  6. Pengaturan jadwal ON untuk program nomer 1 selesai. Selanjutnya tekan tombol TIMER untuk masuk ke pengaturan jadwal OFF program nomer 1.
  7. Tekan tombol WEEK beberapa kali sampai semua huruf MO, TU, WE, TH, FR, SA, SU muncul di baris atas. Huruf hari yang tidak muncul mengakibatkan setiap hari tersebut fungsi OFF pada program nomer 1 tidak aktif, dan pompa akan terus menyala sampai jadwal OFF yang diatur pada program berikutnya.
  8. Tekan tombol HOUR dan MINUTE untuk mengatur jam dan menit saat pompa harus mati.
  9. Pengaturan jadwal ON dan OFF program nomer 1 selesai. Tekan tombol TIMER lagi untuk mengatur jadwal program nomer 2. Ulangi seluruh prosedur nomer 3 sampai 8, atau tekan tombol CLOCK bila pengaturan jadwal sudah selesai.

01/08/16

Membuat Modul dari Box Kemasan Buah

Teknik sumbu menggunakan botol bekas kemasan air minum ternyata ribet. Kalau hanya ada dua atau tiga botol, pekerjaan rutin cek dan nambah nutrisi serta mengaduk larutan setiap hari bisa jadi asyik. Tapi kalau jumlah botol sudah belasan atau malah puluhan, urusannya menjadi berbeda.

Ada banyak cara untuk membuat rutinitas yang boros waktu dan tenaga itu menjadi lebih praktis. Salah satu yang paling gampang dikejakan dan tetap hemat biaya adalah menggunakan kotak gabus bekas kemasan buah sebagai pengganti botol.


 Box gabus berfungsi sebagai penyangga pot dan wadah nutrisi. menggantikan potongan botol bagian bawah. Sedangkan pot, media tanam dan sumbu tetap sama.

Satu box bisa menampung 6 sampai 20 titik tanam sekaligus, tergantung ukuran box, dan umur serta jenis tanamannya.

Alat dan bahan yang diperlukan:
  1. Box gabus
  2. Lembaran plastik sebagai bahan pelapis bagian dalam box. Bisa menggunakan plastik bening maupun plastik hitam. Warna hitam mengurangi intensitas sinar matahari yang menembus dinding box, sehingga larutan nutrisi tidak gampang berlumut, tapi plastik hitam cenderung lebih cepat rusak dibanding plastik bening. Karena tidak yakin plastik hitam benar-benar inert - tidak bereaksi secara kimia dengan larutan nutrisi, saya lebih suka menggunakan plastik bening, sementara istri saya lebih memilih plastik hitam. Dan ternyata, sejauh pengamatan kami, secata visual tidak terlihat perbedaan pada pertumbuhan tanaman.
  3. Pita perekat.
  4. Alat potong plastik dan holesaw untuk membuat lubang tempat dudukan pot. Ukuran holesaw disesuaikan dengan ukuran pot yang dipakai.   

Urutan membuat modul tanam gabus:

  1. Pisahkan tutup atas gabus dengan bagian bawah.
  2. Pasang plastik serapi mungkin pada seluruh sisi dalam kotak bagian bawah. Rekatkan pada gabus menggunakan pita perekat.

  3. Buat lubang pada tutup gabus menggunakan holesaw. Saya mengambil jarak antar pusat lubang sejauh 10 cm, supaya modul bisa secara maksimal digunakan untuk tanaman berdaun lebar maupun tanaman yang tumbuh keatas.
  4. Setelah modul siap, isikan larutan nutrisi ke kotak bawah yang sudah diberi lapisan plastik sampai setengah kapasitas volumenya. Kemudian, letakkan tutup yang sudah ada lubangnya, numpang di kotak bawah secara terbalik, bagian dalam tutup menghadap ke atas. Tujuannya, untuk mengurangi jarak antara dasar pot dengan permukaan larutan nutrisi.

  5. Letakkan netpot atau gelas plastik yang sudah diberi media tanam dan sumbu pada masing-masing lubang.

Bila yang ditanam adalah tanaman yang tumbuh keatas, seperti bawang merah atau kangkung, seluruh lubang bisa digunakan sampai panen. Tapi untuk tanaman berdaun lebar seperti sawi atau selada, yang membutuhkan ruang tumbuh lebih luas, titik tanam dibuat berselang satu lubang.

Supaya sinar matahari tidak menerobos masuk melalui lubang yang tidak terpakai, lubang ditutup dengan net pot atau gelas plastik berisi potongan lubang gabus.


Perawatan modul gabus sama seperti perawatan pot botol, setiap hari nutrisi harus diperiksa volume, TDS dan pHnya serta diobok-obok supaya kadar oksigen terlarut tetap terjaga.


27/07/16

Pot Hidroponik Sederhana

Bercocok-tanam Hidroponik bisa dilakukan dengan memanfaatkan barang bekas. Kita bisa memanfaatkan gelas dan botol bekas kemasan air minum, box sterofoam bekas wadah buah atau ember bekas es krim.

Bahan-bahan yang digunakan sebagai media tanam juga bisa memanfaatkan barang yang ada disekitar kita, antara lain kain flanel, arang sekam, filter air akuarium, kerikil, pecahan genteng, atau pasir kali.

Berikut ini salah satu cara menyiapkan pot Hidroponik sederhana menggunakan gelas dan botol bekas air minum.

Bahan yang diperlukan : 

1. Gelas plastik dan botol bekas ukuran 600 ml.

Gelas plastik digunakan sebagai pot tempat tanaman tumbuh. Bila menggunakan botol bekas kemasan air minum ukuran 1,5 liter, potongan botol bagian atas bisa digunakan sebagai pengganti gelas.Botol digunakan sebagai wadah nutrisi dan penyangga gelas. 

Untuk tanaman berdaun lebar seperti selada atau sawi sebaiknya menggunakan botol ukuran 1,5 liter supaya pada saat tanaman tumbuh besar botol tidak mudah roboh.

Untuk tanaman tinggi atau merambat seperti cabe, tomat, melon, botol diganti menggunakan ember bekas wadah cat tembok 5 kilogram atau ember es krim ukuran 8 liter, sedang untuk potnya bisa tetap menggunakan gelas bekas.

2. Kain flanel: 
Berfungsi sebagai sumbu untuk mengalirkan nutrisi dari bawah naik ke media tanam pada saat akar tanaman belum tumbuh atau belum mencapai nutrisi. Bahan sumbu juga bisa menggunakan kain bekas atau sumbu kompor, tapi berdasar pengalaman saya, kain flanel adalah bahan sumbu yang paling awet, menyalurkan nutrisi paling lancar dan harganya murah. Satu pot cukup menggunakan satu potong kecil kain flanel dengan ukuran kurang lebih 1,5 cm x 6 cm.

3. Media tanam
Berfungsi sebagai tempat berpijak bagi tanaman. Dengan mempertimbangkan bobot yang ringan dan harga relatif murah, saya menggunakan arang sekam. Satu pot diisi arang sekam sampai penuh ke permukaan.

Alat yang diperlukan :
  1. Gunting
  2. Cutter
  3. Paku Usuk
  4. Tang
Tahapan Membuat Pot Hidroponik Sederhana

1. Menyiapkan penopang pot :
Bahan : Botol bekas kemasan air minum.

Bagian atas botol, kurang lebih 2/3 dari tinggi botol dipotong. Setelah terpotong, buat   beberapa lubang menggunakan paku usuk yang dipanaskan. Dua lubang sebagai batas ketinggian larutan nutrisi, posisinya kurang lebih 1/3 tinggi botol setelah dipotong, dan 2 atau 3 lubang lagi di atas lubang batas, berfungsi sebagai ventilasi,

Supaya larutan nutrisi di dalam botol tidak cepat berlumut akibat terpapar sinar mata-hari secara langsung, lapisi dinding botol dengan cat. Bagian luar dilapis cat putih supaya panas sinar mata-hari tidak terserap terlalu banyak, bagian dalam dilapis cat gelap untuk melindungi larutan nutrisi dari terpaan sinar mata-hari. (saya tetap menggunakan botol bening sebagai alat peraga supaya bagian dalam botol bisa dilihat)



2. Menyiapkan Pot:
    Bahan : Gelas plastik bekas kemasan air minum.


Sayat bagian dasar gelas menggunakan cutter sepanjang kurang lebih 2 cm. 

Setelah itu,  gunting tepi dasar gelas untuk membuat 2 lubang memanjang masing-masing sepanjang kurang lebih 2 cm. Lubang ini disiapkan sebagai jalan bagi akar untuk tumbuh supaya  bisa menjangkau nutrisi.


Hasil akhirnya seperti tampak di foto berikut: :


3. Celup potongan kain flanel ke air sampai basah benar, kemudian selipkan potongan melalui sayatan di dasar gelas. Tarik bagian yang berada di dalam gelas sampai separo tinggi gelas. Kain flanel harus basah supaya nutrisi lancar mengalir keatas.


4. Basahi arang sekam, lalu isikan ke dalam gelas sampai penuh di sekeliling sumbu kain flanel.


5.  Isi botol dengan larutan nutrisi sampai pada lubang batas ketinggian nutrisi
6. Terakhir, masukkan bagian bawah sumbu dan  gelas ke botol, sehingga posisi gelas nangkring seperti foto berikut.


7. Benih sayuran diletakkan dipermukaan media tanam lalu tutup sedikit dengan sekam. Satu pot hanya diberi satu benih sayuran. Setelah benih disemai, letakkan pot ditempat teduh selama kurang lebih 24 jam atau sampai benih berkecambah. Setelah berkecambah, segera pindah pot ke tempat yang terkena sinar matahari pagi sampai siang. Biarkan di tempat itu sampai tanaman siap panen.


Perawatan :

  1.  Letakkan pot yang sudah disemai benih di tempat teduh. Setelah benih bertunas, segera pindah ke tempat yang terkena sinar matahari pagi.
  2. Periksa kondisi larutan nutrisi paling tidak satu kali sehari ( Kalau sudah memiliki TDS meter, periksa kadar larutannya - biasanya ppm akan naik. Tambahkan air sampai ppm kembali seperti semula ). Bila larutan berkurang, tambahkan saja air baku sampai tinggi permukaan larutan kembali mencapai lubang.
  3. Supaya tanaman tidak kekurangan unsur hara, setiap tiga hari sekali ganti larutan nutrisi dengan yang baru.
  4. Larutan nutrisi membutuhkan oksigen terlarut dalam kadar cukup. Oleh sebab itu, setiap kali memeriksa nutrisi luangkan waktu sesaat untuk mengaduk larutan.