30/06/16

Pot Hidroponik

Hidroponik sebenarnya tidak berbeda jauh dari bercocok tanam menggunakan media tanah dalam pot, hanya berbeda pada jenis media yang digunakan serta cara memberi nutrisi pada tanaman. Media tanam Hidroponik juga memerlukan pot sebagai wadahnya.

Secara umum ada dua jenis pot Hidroponik, yaitu net pot dan pot cawan dengan lubang-lubang kecil di bagian dasar dan sekeliling lingkaran bawah. Net pot digunakan untuk media tanam Rockwool, Hydrogel, Spons atau Hydroton. sementara pot cawan digunakan untuk media tanam arang sekam, kerikil dan perlite.

Net Pot



Pot Cawan pada Dutch Bucket
Untuk Hidroponik skala rumah-tangga, kedua jenis pot itu bisa diganti dengan gelas plastik bekas kemasan air minum. Pada bagian dasar dan sisi gelasi diberi lubang supaya nantinya akar bisa keluar menjangkau nutrisi secara langsung. 

Pot dari bahan Gelas Plastik Bekas

Akar Keluar dari Lubang di Dasar Gelas
Tapi bila media yang digunakan semata-mata hanya Rockwool, sebaiknya menggunakan netpot, karena gelas plastik terlalu tinggi, sehingga Rockwool akan terbenam terlalu dalam, menyebabkan  bibit terhalang dari sinar matahari.


28/06/16

Media Tanam Hidroponik

Ada banyak jenis media tanam yang bisa digunakan untuk bercocok-tanam secara Hidroponik. Saya hanya akan membahas media tanam yang mudah didapat, murah dan paling sering saya gunakan.

Yang pertama adalah Arang Sekam. Wujudnya sama dengan sekam, karena memang sekam, berwarna hitam karena sudah dibakar menjadi arang.

Arang Sekam bisa dibeli di toko pertanian, atau kalau mau bikin sendiripun tidak sulit,  tapi asap yang keluar saat proses pembakaran mungkin bisa membuat tetangga ngamuk.

Bagi praltisi yang hanya memiliki halaman sempit saya sarankan beli saja, ketimbang perang dengan tetangga hanya gara-gara arang sekam.

Arang Sekam. Sumber foto : bibitbunga.com

Saya suka arang sekam karena temperatur udara di gubug sayuran saya lumayan panas, berkisar antara 40 sampai 44 derajad Celcius. Temperatur nutrisi juga tinggi. Sering lebih dari 30 derajad. Arang sekam dan sumbu menjadi buffer bagi akar tanaman terhadap suhu tinggi yang berasal dari nutrisi maupun udara sekitar.

Arang sekam cocok digunakan bila kita memakai pot gelas plastik dan sumbu. Akar tanaman tidak terlalu lembab, tapi juga tidak kekurangan air.

Beberapa jenit tanaman yang saya budi-dayakan menggunakan arang sekam dan sumbu tumbuh bagus sampai panen, antara lain selada, bok choy, bawang-merah dan mint.

Untuk tanaman tinggi seperti melon, arang sekam sebaiknya dicampur cocopeat dengan takaran 1:1 supaya kondisinya lebih lembab.

Selain arang sekam, saya juga menggunakan Rockwool. Media ini lebih praktis, terutama bila benih disemai di tempat yang berbeda dengan tempat pembesaran tanaman. Proses pemindahan bibit dan tanaman muda bisa dikerjakan dengan mudah dan cepat tanpa resiko akar terpotong.


Rockwool 

Tersedia rockwool khusus untuk budi-daya tanaman. Biasanya disebut rockwool import. Teksturnya lebih halus, sehingga lebih mudah ditembus akar. Tidak kedap air dan yang paling penting, bahan dasarnya sudah diolah sehingga partikelnya tidak lagi tajam.. Harganya lebih mahal dibanding rockwool lokal, tapi dengan pertimbangan resiko kesehatan, terutama resiko terhirup partikel tajam, saya lebih suka menggunakan Rockwool jenis ini.

Rockwool lokal sebenarnya adalah bahan bangunan, biasa digunakan sebagai isolator panas atau peredam suara pada dinding dan atap ruangan. Rockwol jenis ini memang dibuat kedap air dan tahan api, oleh sebab itu sulit basah.

Alternatif lain yang biasa saya gunakan adalah kapas saringan air akuarium. Lembaran kapas disuwir tipis, lalu saya gunakan sebagai penutup dasar net pot atau keranjang plastik supaya benih yang ditebar di atasnya tidak terjatuh melewati lubang (jw: mbrojol).


Filter air akuarium

Selain tiga jenis media tersebut, masih ada beberapa alternatif lain, diantaranya pecahan genteng, kerikil pasir, kain flanel, atau hydroton. 

Membuat Larutan Nutrisi Siap Pakai

Pekatan ABMix BUKAN LARUTAN SIAP PAKAI. Pekatan A dan B harus diencerkan dan dicampur terlebih dahulu dalam air baku.

Secara umum ukuran yang digunakan sebagai rujukan adalah 5 ml pekatan A dan 5 ml pekatan B dilarutkan ke dalam 1.000 ml air baku. Perbandingan ini dikenal sebagai dosis 5,5,1.

Untuk mendapatkan volume 5 ml pekatan bisa menggunakan sendok takar obat. Gunakan sendok dengan bahan plastik. Jangan menakar pekatan nutrisi menggunakan sendok logam. Selain volumenya tidak standard, menggunakan bahan logam menanggung resiko terjadi reaksi kimia antara alat takar dengan larutan.

Pada prakteknya kita tidak hanya menakar 5 ml saja. Oleh sebab itu perlu juga disiapkan alat takar dengan volume lebih besar. Minimal bisa menakar sampai volume 100 ml.

sumber foto : goodpengalaman.blogspot.co.id

Berapa banyak pekatan yang harus dilarutkan? Tergantung jumlah tanaman dan sistem Hidroponiknya. Teknik Wick, DFT dan Rakit apung cenderung membutuhkan larutan nutrisi lebih banyak ketimbang NFT. 

Sebagai contoh, kita cairkan pekatan untuk modul tanam box bekas kemasan buah. 

Bagian dalam box berukuran 33 cm x 40 cm x 15 cm. Karena volume dihitung dalam satuan liter, supaya tidak salah menghitung sebaiknya ukuran box diubah menjadi desimeter, sehingga ukurannya menjadi 3,3 dm x 4 dm x 1,5 dm.

Box tidak perlu diisi penuh, cukup diisi sampai permukaan air menyentuh dasar netpot. Biasanya setinggi 7 sampai 8 cm. Maka volume air baku yang dituang ke dalam box menjadi 3,3 dm x 4 dm  x 0,8 dm. Supaya gampang menakar air baku, hasil hitungan sebaiknya dibulatkan saja menjadi
 10 liter.



Ada dua botol pekatan, A dan B. Mana yan harus dicairkan terlebih dahulu, A atau B? 

Air baku rata-rata memiliki pH 7 atau lebih, sementara beberapa unsur, diantaranya Ca, Mg, Fe dan S sangat sensitif terhadap pH tinggi. Oleh sebab itu pH air baku perlu diturunkan terlebih dahulu. 

Pekatan yang mengandung Phosphat cenderung menurunkan pH. Karena kebanyakan formulator ABMix meletakkan unsur Phosphat pada pekatan B, maka pekatan B yang pertama kali dicampurkan ke dalam air baku.

Setiap tanaman memiliki tingkat kebutuhan nutrisi berbeda. Selada cukup diberi nutrisi dengan kadar 800 ppm, sementara kangkung membutuhkan nutrisi 1.400 ppm. Jadi, buat larutan nutrisi dengan konsentrasi sesuai jenis dan umur tanaman.

Contoh cara melarutkan pekatan A dan B ke dalam 10 liter air baku untuk memperoleh larutan nutrisi dengan TDS 800 ppm:
  1. Tuang 10 liter air baku ke dalam box atau tandon
  2. Dengan menggunakan TDS meter, cek TDS air baku. Usahakan menggunakan air baku dengan TDS kurang dari 150 ppm.
  3. Sekarang kita kembali sesaat pada rumus baku 5:5:1. Kalau kita tuang 10 x 5 mL pekatan A dan pekatan B ke dalam 10 liter air, akan kita peroleh larutan dengan TDS sekitar 1.000 ppm. Untuk mendapatkan TDS larutan sebesar 800 ppm, tuang dulu 25 mL pekatan B ke dalam air baku, aduk sampai rata, setelah itu baru tambahkan 25 mL pekatan A. 
  4. Aduk larutan sampai rata, setelah itu ukur kembali konsentrasinya menggunakan TDSmeter.  
  5. Bila TDS larutan belum mencapai 800 ppm, tambahkan 5 mL pekatan B, aduk lagi, kemudian tambahkan 5 mL A. Diaduk sampai rata, kemudian diukur kembali. 
  6. Ulang prosedur no 5 sampai TDS larutan mencapai 800 ppm. 











21/06/16

Melarutkan ABMix Bubuk Menjadi Pekatan

ABMix bubuk tidak langsung dilarutkan begitu saja menjadi nutrisi siap pakai, namun harus di larutkan menjadi pekatan terlebih dahulu. Misalnya, dari bubuk ABMix kemasan 0,5 liter, terlebih dahulu dilarutkan menjadi 0,5 liter pekatan A dan 0,5 liter pekatan B, baru kemudian diencerkan di air baku dengan perbandingan dasar 5 ml pekatan A dan 5 ml pekatan B dicampur dengan 1.000 ml air baku.

Berikut ini adalah tahapan membuat pekatan A dan pekatan B  dari bubuk ABmix untuk volume larutan pekat 5 liter:

Alat yang diperlukan:
  1. Dua jerigen kapasitas minimal 8 liter untuk melarutkan bubuk ABmix dan menyimpan pekatan A dan pekatan B.
  2. Potongan bagian atas bekas botol kemasan air minum, digunakan sebagai pengganti corong untuk memasukkan bubuk nutrisi ke dalam jerigen.
  3. Gelas ukur.
  4. Gunting.
  5. Spidol untuk memberi tanda dan menulis label pada jerigen.

Urutan kerja :

1.        Siapkan kedua jerigen, beri label sesuai label pada kemasan ABmix.  Jerigen A untuk ABmix A, begitu juga untuk ABmix B. Jerigen tidak harus baru, tapi pastikan bagian dalam bersih, tidak terdapat sisa cairan, larutan atau endapan apapun dan dalam keadaan kering.
2.        Siapkan air baku dalam ember terpisah. Air baku harus tawar dan bersih dari polutan. Disarankan TDS air baku tidak lebih dari 100 ppm. Tapi tidak perlu putus asa seandainya TDS air ternyata lebih dari 100 ppm. Selama ini saya memakai air sumur dengan TDS 213 ppm, tidak ada masalah. Pada saat naskah ini saya buat, TDS air sumur saya bahkan naik sampai 292 ppm. Karena tidak ada pilihan lain, terpaksa tetap saya pakai, sambil diamati pengaruhnya terhadap kualitas tanaman.


3.          Takar air baku menggunakan gelas ukur, masukkan ke jerigen sampai volumenya 5 liter. Beri tanda garis menggunakan spidol pada batas permukaan air di dinding jerigen.


4.      Tuang kembali sepertiga bagian dari seluruh air di dalam jerigen ke ember air baku. Tujuannya, agar setelah bubuk nutrisi ditambahkan, volume larutan tidak lebih dari 5 liter.


5.         Ambil salah satu nutrisi, A atau B dulu, tidak masalah. Tapi pastikan label nutrisi yang diambil sesuai dengan label jerigen yang sudah siap diisi.
6.             Bubuk nutrisi biasanya dikemas rangkap dua. Buka seluruhnya, lalu masukkan sedikit demi sedikit ke dalam jerigen.


7.            Seandainya ada bubuk nutrisi yang menggumpal, masukkan gumpalan itu ke dalam kantong plastik, lalu pukul plastiknya menggunakan benda keras untuk menghancurkan gumpalan.   
8.       Nemu kemasan saset kecil di antara bubuk nutrisi? Saset itu berisi unsur hara mikro. Masukkan juga unsur mikronya ke dalam jerigen.


9.               Pasang tutup jerigen, lalu kocok-kocok sampai semua bubuk nutrisi larut.
10.       Setelah seluruh bubuk nutrisi larut, letakkan jerigen di permukaan datar, lalu perhatikan batas permukaan larutan pada dinding jerigen. Kalau air baku yang tadi dituang kembali dari jerigen cukup banyak, batas permukaan larutan pasti berada di bawah garis tanda yang kita buat. Tambahkan air baku lagi sampai permukaan larutan sesuai dengan garis batas volume 5 liter.
11.            Ulang prosedur nomer 5 sampai 10 untuk nutrisi di kemasan satunya.
12.       Sebelum jerigen disimpan, kocok-kocok sekali lagi supaya larutan dan air yang ditambahkan tercampur sempurna.



PERHATIAN: Nutrisi dalam kemasan harus dilarukan seluruhnya sekaligus. Jangan membagi nutrisi kemasan besar menjadi beberapa bagian lalu melarutkan secara bertahap.

Bila kebutuhan nutrisi belum banyak, beli nutrisi kemasan kecil. Membagi nutrisi kemasan besar menjadi beberapa bagian lalu melarutkan secara bertahap menghadapi resiko masing-masing unsur hara tidak terbagi secara merata.


Melarutkan nutrisi kemasan kecil bisa menggunakan botol bekas kemasan air minum sebagai pengganti jerigen. Pilih ukuran botol sesuai dengan volume larutan.


REVISI 8 APRIL 2017:
Bubuk MIKRO dalam saset kecil JANGAN dituang langsung ke dalam jerigen. Larutkan terlebih dahulu unsur mikro dalam wadah lain. Sebelum larutan mikro dituang, kocok-kocok terlebih dahulu cairan dalam jerigen sampai semua bubuk terlarut. Tuang larutan mikro  setelah  semua bubuk di dalam jerigen larut.